Uncategorized

Tempat Wisata Alam Sekitar Medan untuk Liburan Tenang

tempat-wisata-alam-sekitar-medan-untuk-liburan-tenang

Tempat Wisata Alam Sekitar Medan untuk Liburan Tenang. Di akhir 2025, kalau Medan mulai terasa terlalu ramai dan panas, cukup satu-dua jam berkendara, kamu sudah bisa dapat udara sejuk, suara air terjun, dan kehijauan yang bikin pikiran langsung reset. Sekitar Medan banyak tempat wisata alam yang masih tenang, belum terlalu ramai influencer, dan cocok buat yang cuma pengen duduk diam sambil minum kopi. Ini pilihan terbaik untuk liburan singkat yang beneran bikin rileks. BERITA BOLA

Bukit Lawang dan Sungai Bahorok: Tempat Wisata Alam Sekitar Medan untuk Liburan Tenang

Dua jam dari Medan, Bukit Lawang tetap jadi favorit yang nggak pernah kehilangan pesona. Jalan kaki menyusuri tepi Sungai Bahorok yang airnya jernih, suara gibbon dan burung dari jauh, lalu sampai di pos pengamatan orangutan. Pagi hari paling sepi—bisa dapat foto orangutan liar tanpa orang lain masuk frame. Kalau mau lebih tenang lagi, sewa ban pelampung, ikut river tubing pelan-pelan sambil lihat pohon raksasa di pinggir sungai. Malamnya menginap di pondok tepi sungai, cuma denger suara air dan jangkrik—di sini sinyal kadang hilang, dan itu justru bonus.

Air Terjun Sikulikap dan Dua Warna: Tempat Wisata Alam Sekitar Medan untuk Liburan Tenang

Satu jam ke arah Berastagi, Air Terjun Sikulikap masih sepi dibanding saudaranya yang lebih terkenal. Tingginya 30 meter, airnya dingin banget, dan kolam di bawahnya cukup dalam buat berenang sendirian. Aksesnya sudah dibikin tangga batu, tapi tetap alami—pohon-pohon besar dan kabut tipis di pagi hari bikin suasana kayak di film. Kalau lanjut 20 menit lagi, ada Air Terjun Dua Warna di Sibolangit—airnya biru dan putih susu karena kandungan belerang, dikelilingi tebing tinggi. Paling enak datang weekday pagi, hampir pasti cuma ketemu satu-dua keluarga lokal.

Tahura dan Danau Siombak

Kalau cuma punya waktu setengah hari, Taman Hutan Raya (Tahura) di pinggir kota jadi pilihan terbaik. Jalur trekkingnya banyak, dari yang 15 menit sampai 2 jam, melewati hutan pinus dan bambu. Ada spot camping kecil yang jarang dipakai, cocok buat pasang hammock dan baca buku. Kalau mau air, Danau Siombak di dekat bandara sekarang sudah dibersihkan—airnya tenang, ada perahu kecil buat muter, dan di pinggirnya banyak warung kopi sederhana dengan ayunan bambu. Matahari terbenam di sini cantik banget, oranye di atas air dan siluet pohon kelapa.

Tangkahan dan Namu Sira-Sira

Lebih jauh sedikit (3–4 jam), Tangkahan masih jadi hidden gem. Dijuluki “elephant haven”, tapi sebenarnya lebih dari itu—kamu bisa mandi bareng gajah di sungai, lalu jalan kaki ke hutan cagar alam tanpa bertemu orang lain. Penginapan sederhana dari kayu, listrik cuma malam hari, dan makanan dimasak bareng guide. Kalau mau lebih mistis, mampir ke Air Terjun Namu Sira-Sira di Karo—air terjun bertingkat dengan kolam kecil di tiap level, dikelilingi lumut dan kabut. Hanya ada satu jalur setapak, jadi hampir selalu sepi.

Kesimpulan

Medan dikelilingi alam yang siap merangkul siapa saja yang butuh jeda. Nggak perlu jauh-jauh ke Bali atau Raja Ampat—cukup bawa jaket tipis, sepatu nyaman, dan perut kosong (karena di jalan banyak warung enak). Datang di hari biasa, hindari akhir pekan kalau bisa, dan biarkan suara air, angin, dan burung yang ngomong. Karena di tempat-tempat ini, liburan tenang bukan cuma slogan—ia beneran ada, cuma satu-dua jam dari pusat kota. Selamat kabur sejenak, dan sampai kamu pulang dengan pikiran jernih dan baterai penuh lagi!

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *