Pesona Danau Tonlé Sap dan Desa Terapungnya. Danau Tonlé Sap, danau air tawar terbesar di Asia Tenggara, terus jadi daya tarik wisata utama Kamboja di awal 2026. Danau ini unik karena aliran sungai yang berbalik arah setiap musim, membuat luasnya membengkak dari 2.700 km² di musim kering menjadi hingga 16.000 km² saat musim hujan. Fenomena ini ciptakan ekosistem kaya yang dukung jutaan ikan serta desa terapung ikonik, di mana penduduk hidup selaras dengan air—rumah, sekolah, pasar, hingga pagoda semuanya mengapung atau bertiang tinggi. Pesonanya tak hanya alam, tapi juga kehidupan masyarakat yang adaptif, bikin pengunjung rasakan dunia berbeda dari daratan. INFO CASINO
Keunikan Hidrologi dan Ekosistem: Pesona Danau Tonlé Sap dan Desa Terapungnya
Tonlé Sap sering disebut “jantung Kamboja” karena peran vitalnya. Saat musim hujan, air Mekong mendorong aliran Tonlé Sap River berbalik, banjiri danau dan hutan sekitar, ciptakan floodplain subur yang dukung perikanan terproduktif di dunia. Hasil tangkapan ikan dari sini penuhi lebih dari 60% kebutuhan protein penduduk Kamboja. Hutan banjir di sekitar jadi habitat burung air langka serta biodiversitas tinggi, termasuk sanctuary seperti Prek Toal yang ramai penguin dan bangau. Di musim kering, air surut drastis, ungkap dasar danau serta rumah bertiang setinggi 10 meter, tunjukkan adaptasi luar biasa penduduk terhadap siklus alam tahunan ini.
Desa Terapung yang Autentik: Pesona Danau Tonlé Sap dan Desa Terapungnya
Desa terapung Tonlé Sap jadi highlight utama, dengan rumah rakit atau bertiang yang naik-turun mengikuti muka air. Kampong Phluk terkenal dengan rumah stilts tinggi dan hutan mangrove banjir yang bisa dieksplor pakai perahu dayung—suasananya mistis dengan pohon menjulang dari air. Chong Kneas paling dekat Siem Reap, ramai dengan pasar terapung, sekolah, serta peternakan buaya. Kampong Khleang lebih besar dan autentik, dengan ribuan penduduk mayoritas Khmer serta Vietnam, hidup dari nelayan dan perdagangan perahu. Mechrey tawarkan pengalaman birdwatching serta kehidupan lebih tenang. Penduduk di sini, campur etnis Khmer, Vietnam, dan Cham, jalani hari dengan memancing, berdagang sayur dari perahu, serta sekolah anak pakai boat—tunjukkan resiliensi budaya yang menakjubkan.
Tips Kunjungan dan Pelestarian
Kunjungi saat musim hujan (Juni-Oktober) untuk lihat desa benar-benar terapung dan danau luas, atau musim kering (November-April) untuk eksplor hutan banjir serta rumah stilts tinggi. Boat tour dari Siem Reap mudah diakses, pilih operator bertanggung jawab untuk dukung komunitas lokal dan hindari overtourism. Restorasi hutan banjir terus berjalan, termasuk penanaman ribuan bibit untuk lawan erosi dan perubahan iklim. Di 2026, wisata di sini semakin ramah dengan fokus ekowisata, bikin pengunjung tak hanya nikmati pesona tapi juga kontribusi pelestarian ekosistem vital ini.
Kesimpulan
Pesona Danau Tonlé Sap dan desa terapungnya adalah perpaduan sempurna antara keajaiban alam, adaptasi manusia, serta kekayaan budaya Kamboja yang hidup. Dari aliran sungai berbalik hingga kehidupan sehari-hari di atas air, tempat ini tawarkan pengalaman tak terlupakan yang beda dari wisata biasa. Di 2026, dengan upaya pelestarian semakin kuat, Tonlé Sap siap sambut lebih banyak pengunjung yang ingin rasakan “jantung” Kamboja sejati. Kunjungan ke sini bukan hanya liburan, tapi juga apresiasi terhadap harmoni manusia dengan alam yang langka. Tonlé Sap tetap jadi permata wisata yang wajib dikunjungi.