Menikmati Pemandangan Kota dari Tokyo Skytree. Dengan tinggi 634 meter, Tokyo Skytree tetap jadi menara tertinggi di Jepang dan salah satu yang tertinggi di dunia. Di akhir 2025, jumlah pengunjung kembali memecahkan rekor berkat deck observasi lantai 450 yang baru diperbarui dengan panel kaca transparan total dan proyeksi AR musiman. Dari sini, Tokyo terlihat seperti permadani cahaya yang tak pernah padam, apalagi saat sunset atau malam hari. BERITA BOLA
Waktu Terbaik dan Tiket yang Paling Worth It: Menikmati Pemandangan Kota dari Tokyo Skytree
Sunset (sekitar pukul 16.30–18.00 tergantung musim) adalah golden hour sejati: langit orange, Gunung Fuji kadang muncul di ufuk barat, lalu kota perlahan menyala. Tiket combo Tembo Deck (350 m) + Tembo Galleria (450 m) paling recommended karena Galleria punya lorong kaca melingkar yang bikin sensasi melayang di atas kota. Kalau ingin hemat, beli tiket fast-track online minimal 3 hari sebelumnya—bisa potong antrean sampai 2 jam di akhir pekan. Weekdays setelah pukul 17.00 biasanya paling sepi dan cahaya malam sudah maksimal.
Pengalaman di Dua Deck Observasi: Menikmati Pemandangan Kota dari Tokyo Skytree
Lantai 350 punya lantai kaca transparan di beberapa titik—berani berdiri di atas ketinggian 350 meter sambil lihat mobil seperti semute. Di lantai 445 ada kafe dengan meja menghadap langsung ke teluk Tokyo, cocok buat yang ingin duduk santai sambil foto. Naik lagi ke Galleria 450, lorong spiral tanpa penghalang ini memberikan pandangan 360° tanpa distraksi. Di malam hari, proyeksi digital di dinding kaca menampilkan tema musiman—sakura, kembang api, salju, atau galaxy—bikin suasana makin surreal.
Aktivitas Sekitar Solamachi dan Tips Foto
Jangan langsung pulang setelah turun. Kompleks di bawah menara punya lebih dari 300 toko dan restoran, termasuk food court dengan pemandangan menara langsung. Aquarium di lantai bawah juga worth it kalau bawa anak. Untuk foto terbaik, bawa lensa wide atau gunakan mode panorama ponsel di Galleria. Malam hari, pakai tripod mini kalau boleh (dilarang di beberapa spot), atau tempelkan kamera ke kaca untuk long exposure—hasilnya kota jadi lautan bintang. Jangan lupa foto dari luar di malam hari; menara berubah warna setiap hari (biru samurai, ungu iro, atau emas aikoku).
Tips Praktis Biar Kunjungan Maksimal
Datang pakai sepatu tertutup—sandal jepit kadang ditolak di lift. Bawa jaket tipis; suhu di atas lebih dingin 3–5 derajat. Hindari tas besar, harus dititip di loker bawah. Cuaca buruk atau angin kencang bisa bikin Galleria ditutup sementara—cek situs resmi pagi harinya. Terakhir, kalau ingin suasana spesial, datang tanggal 24–25 Desember atau 31 Desember—iluminasi khusus dan countdown dari ketinggian jadi pengalaman sekali seumur hidup.
Kesimpulan
Tokyo Skytree bukan sekadar menara, tapi kapsul waktu yang nunjukin betapa luas dan hidupnya kota ini dari atas. Satu kali naik sudah cukup bikin kamu jatuh cinta lagi sama Tokyo, dua kali naik bikin ketagihan. Kalau hanya punya waktu untuk satu spot pemandangan di Tokyo, pilih sini—dijamin pulang dengan ratusan foto epik dan perasaan “ternyata kota ini jauh lebih besar dari yang kubayangkan”.